Sky Affair

Sky Affair

Sky Affair Poster copy

By :

thecuties

Romance | PG-13 | Ficlet (858 words)

Cast :

Son Dongwoon (Beast)

Hyomin (T-ARA)

εΐз Sky Affair εΐз

Suara gaduh akibat benturan antara lantai dan juga ujung heels milik seorang wanita, sedikit mengganggu ketenangan Dongwoon yang sedang larut membaca sebuah novel tebal kesukaannya. Kalau mencium dari aroma lembut white musk The Body Shop yang menguar di dekatnya, Dongwoon bisa menebak siapa wanita itu.

Oh Dear! Kenapa kau senang sekali membaca novel tebal seperti itu, huh?”

Dan sindiran yang baru saja meluncur dari mulut wanita itu, membuat Dongwoon semakin yakin siapa sosok wanita yang saat ini sudah berdiri di hadapannya. Tidak lain dan tidak bukan, wanita itu adalah Hyomin. Kakak sepupu Lee Jongsuk, sahabatnya sejak kecil, sekaligus cinta pertamanya.

“Apa Percy Jackson and The Olympians lebih menarik dibandingkan diriku?” sindir Hyomin saat dia sudah duduk di hadapan Dongwoon.

“Kau dan Percy Jackson itu berbeda, Hyomin Noona,” ucap Dongwoon sambil menutup novelnya.

“Ssstttt!” dengan cepat Hyomin meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Dongwoon. “Sudah berapa kali aku mengatakan, di sini jangan panggil aku Noona,” protes Hyomin yang membuat Dongwoon terkekeh.

“Tapi kau ini kakak sepupu Jongsuk,” balas Dongwoon.

Hyomin mencebik dan Dongwoon kembali terkekeh.

“Sudah tidak ada flight lagi?” tanya Dongwoon saat melihat Hyomin membuka gelungan rambutnya. Dongwoon tidak bisa berhenti menatap gelombang rambut kecoklatan itu di atas bahu Hyomin dan bagaimana make-up-nya yang membuat Hyomin terlihat seksi.

Nope! Kau sendiri kenapa masih duduk-duduk santai di lounge? Tidak ada flight juga?” Hyomin balik bertanya.

“Satu jam lagi aku akan ke Bangkok, cuman seperti biasa aku datang lebih cepat,” jawab Dongwoon santai dan Hyomin mendengus pelan.

Why? Something wrong?” tanya Dongwoon penasaran saat melihat perubahan ekspresi Hyomin.

“Tadinya aku kira kau juga tidak ada flight, jadi kau bisa menemaniku menghabiskan malam minggu ini.”

“Kau kan bisa mengajak pria lain, bukannya kau memiliki banyak persediaan pria?” canda Dongwoon yang dibalas tatapan sinis oleh Hyomin. Jujur, Dongwoon sangat menyukai dua mata Hyomin yang seperti mata kucing tersebut.

“Tidak untuk saat ini,” balas Hyomin. “Sepertinya malam minggu ini aku akan menghabiskannya sendirian saja.”

“Wow! Seorang Hyomin akan menghabiskan malam minggunya sendirian itu benar-benar suatu kejadian langka,” kelakar Dongwoon. “Apa jangan-jangan, sebentar lagi akan terjadi badai besar?” Dongwoon pura-pura memeriksa berkas pemberitahuan cuaca yang baru saja diambilnya untuk penerbangannya nanti.

“Berhenti menggodaku, Captain Son!” Hyomin memukul lengan Dongwoon. Pria berwajah seperti orang asing itu langsung terkekeh.

“Apa kabar tuan Im yang bekerja di bagian legal? Aku dengar dia menyukaimu,” beberapa bulan yang lalu Dongwoon sempat mendengar kalau ada salah satu pegawai di bagian legal yang menyukai Hyomin.

Mr. Im so yesterday, Dongwoon-ah,” Hyomin menyibakkan rambutnya ke belakang. “Yang disukainya itu Soojin si newcomer yang berwajah polos dan lugu,” tambahnya.

Dongwoon hanya mengangguk-anggukan kepalanya. “Lalu bagaimana dengan mekanik kita? Siapa namanya?” Dongwoon berusaha mengingat-ingat nama salah satu mekanik yang katanya menyukai Hyomin juga.

“Lee Myunghan.”

“Ah, benar dia. Bagaimana kabarnya?”

Hyomin mengibaskan tangannya. “Dia terlalu pengecut,” cibirnya.

“Pengecut seperti apa?”

“Dia tidak berani mendekatiku secara serius, yang kudengar dia merasa rendah diri. Heol!” gerutu Hyomin yang membuat Dongwoon tergelak.

“Son Dongwoon, geumanhae!” Hyomin kembali memukul lengan Dongwoon.

“Seharusnya kau berhenti berganti-ganti kekasih seperti ini, Hyomin-ah,” ucap Dongwoon di sela-sela tawanya. “Dan sudah saatnya kau melihat kepadaku saja,” tambah Dongwoon dalam hati. Dia memang menyukai Hyomin, tetapi Dongwoon hanya bisa menyimpan perasaannya sendiri. Dongwoon belum berani mengungkapkan perasaannya pada Hyomin, karena wanita itu terlalu sibuk bergonta-ganti kekasih.

“Dongwoon-ah, mari kita berandai-andai,” ajak Hyomin. “Kalau kau jadi kekasihku, hal romantis apa yang akan kau lakukan?” sebenarnya Hyomin hanya bercanda saja. Tetapi, jantungnya mau tidak mau berdetak cepat menunggu jawaban dari Dongwoon. Jujur, dia menaruh hati pada lelaki berwajah campuran ini. Tetapi, karena usia Dongwoon lebih muda darinya, maka Hyomin gengsi untuk mengatakan rasa sukanya tersebut. Terlebih lagi, Dongwoon adalah sahabat dari adik sepupunya, Lee Jongsuk. Hyomin bisa membayangkan bagaimana sepupunya yang berbibir tebal itu akan mengejeknya habis-habisan, kalau dia tahu Hyomin menyukai sahabatnya.

Dongwoon berpikir sejenak. “Yang jelas tidak ada bunga-bungaan.”

Heol! Mengecewakan!” ejek Hyomin. “Lalu?”

“Pertama, aku tahu kau suka sulit tidur. Kalau aku jadi kekasihmu, aku akan sengaja meneleponmu malam-malam dan menyanyikan lagu agar kau bisa tidur.”

Pria itu tidak sadar, betapa dia sudah membuat jantung Hyomin berdetam semakin liar.

“Kedua, kau senang sekali menggunakan high heels, aku berani bertaruh, kakimu pasti sering pegal karenanya. Maka dari itu, aku akan menawarkan diri untuk memijat kaki-kakimu yang lelah itu,” tambah Dongwoon dengan nada santai.

Saat itu juga, Hyomin bisa merasakan ada ratusan semut berjalan di seluruh tubuhnya. Sebisa mungkin Hyomin menahan raut wajahnya agar tidak merona di hadapan Dongwoon.

“Terus…”

Captain Son, sudah waktunya untuk masuk ke pesawat,” seorang flight attendant menghampiri Dongwoon dan Hyomin. Dongwoon melirik jam tangannya. Benar saja, sebentar lagi dia harus membawa para pax (penumpang) menuju Bangkok. Cepat, Dongwoon mengambil topi pilotnya, menyampirkan jasnya di lengan kiri dan tangan kanannya menyambar pegangan koper miliknya.

“Kita lanjutkan nanti lagi,” Dongwoon menjawil hidung Hyomin yang bangir. “Bye.”

Tanpa sadar, Hyomin menghembuskan napas lega. Semua yang disebutkan oleh Dongwoon tadi, tidak satu pun yang berlebihan. Bukan jenis adegan super romantis yang sering dia temukan di film dan novel-novel. Tapi, justru itulah keistimewaannya. Pria itu bahkan tidak berusaha pamer dengan membual hal-hal romantis yang overrated walaupun sebenarnya dia mampu.

“Aku benar-benar iri dengan wanita yang sedang dicintai oleh Dongwoon,” gumam Hyomin pelan.

εΐз Kkeut εΐз

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s